Ads 468x60px

Showing posts with label Belajar elektro. Show all posts
Showing posts with label Belajar elektro. Show all posts

Sunday, 11 September 2011

AVO meter

heu.. maaf uda lama nunggu (kalo emang ada yg nunggu) ^^

Ya.. kemarin kita membahas tentang bagaimana membaca kode warna resistor untuk menentukan nilai resistansi/ tahanan. Sebenarnya cara ini R I B ET, sangat- sangat ribet, kebayang kalo misalkan kita akan membuat suatu proyek yang memerlukan 50 resistor di dalamnya, kita akan menghitung 1 per 1 resistor tersebut, K E L A M A AN. bener ga??

ada cara lain, yaitu dengan menggunakan AVO meter. Nah lho paan tu??


oke kita mulai.

Sekarang kita akan mencoba membahas AVOmeter, AVO disini ialah kependekan dari (Ampere, Voltase, Ohm) kalau kata 'meter' sudah pada tau artinya kan??
artinya yaitu menunjukan  bahwa alat tersebut ialah alat untuk mengukur. Jadi kalau disimpulkan; avo meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur aliran, tegangan, dan tahanan suatu rangkaian listrik/elektronik.


Terbagi menjadi 2 jenis menurut display pengoperasiannya, yaitu ANALOG dan DIGITAL.
Tau kan bedanya??? sama kaya di motor, kalo analog itu  pake jarum, kalau digital itu pake angka. Sebenarnya kedua2nya sama teliti, hanya saja untuk yang analog sering terjadi paralaks (kesalahan posisi dalam melihat? dan itu hal yg wajar. ^^

O ya, sebelum masuk materi 'bagaimana cara menggunakan AVOmeter' kita akan membahas tentang ARUS AC/DC. (secara singkat aja)

  1. AC/alternating current dalam b.indo berarti arus bolak- balik, berupa sinyal sinusoiida (gambar kanan) contoh sederhananya ialah stop kontak.
  2. DC/direct current dalam b.indo berarti arus searah, biasanya terdapat pada battery, handphone, dll. (gambar kiri)
Untuk jadi saduran lain, baca ini saja; dari mas wiki


lanjuuuuut

Bagaimana sih cara menggunakan AVOmeter ini??? (hayyo ada yang tau nggak?)


*Ada revisi ni fren, ada yang kurang ceritanya. hehe.. bagaimana sih untuk test bahwa AVOmeter ini layak untuk di pakai.
- Posisikan Kontrol pada bagian ohm/tahanan/resistansi
- Hubungkan ke2 ujung probe
- Pastikan display menuju angka nol (untuk analog), dan angka 0.00 untuk versi digital
- Hal ini menyatakan bahwa memang tidak ada hambatan
** Jika tidak nol, maka AVOmeter di restart (untuk digital), dan di adjust (untuk analog) biasanya ada benda yang mirip baud, putar menggunakan obeng sampai menunjuk ke angka nol.


Untuk OHM/TAHANAN/RESISTANSI


  • lihat gambar di atas, AVOmeter terdiri dari display, control (bulat di tengah, bisa diputar sesuai kebutuhan), dan probe (kabel sensing) merah untuk +, hitam untuk - (digunakan pada perangkat elektronik arus DC.
  • gambar diatas menunjukan bagaimana mengukur sebuah resistor, posisi probe bebas, komponen mesti di cabut dari rangkaian/ tidak boleh terhubung sumber tegangan, posisi control menuju lambang ohm (Ω), perhatikan gambar paling atas, ada x10(dibaca; kali 10), x100, x1k, x10k, dst. Kita bisa memilih ke semuanya itu. Nilai yang tertera di display dikalikan dengan control yang kita pilih.

Untuk mengukur arus dan tegangan perhatikan gambar wiring diagram diatas dengan seksama.

ARUS/ALIRAN
  • Mengukur arus/ampere posisi probe AVOmeter di pasang seri dalam rangkaian seperti gambar di atas, 
  • Pastikan probe merah menuju titik positif sumber tegangan (DC). 
  • Pastikan control di putar ke posisi DCmA.
TEGANGAN/VOLTASE
  • Mengukur voltase/tegangan/beda potensial posisi probe AVOmeter dipasang paralel dengan sumber tegangan, merah untuk positif, hitam untuk negatif (DC), hal ini tidak berlaku untuk AC dimana posisi probe tidak begitu di perhatikan.
  • Yang harus diperhatikan adalah posisi kontrol, jika kita ingin mengukur tegangan DC maka posisikan kontrol ke arah DCV, untuk AC ke ACV
KETERANGAN TAMBAHAN
  • Biasakan ketika mengukur, baik itu arus maupun tegangan, dengan memutar posisi contro ke nilai yang paling besar, ini untuk mencegah kerusakan AVOmeter (khususnya yang analog), jika nilai terlalu samar untuk dibaca, maka ubah ke posisi kontrol dengan parameter yang lebih kecil.


Semoga Artikelnya Bermanfaat... CHAYYYYYOOOOOOO ^^
Reade more >>

Wednesday, 24 August 2011

Kode Warna Resistor

Update tulisan baru gw ni, tentang kode warna resistor. langsung aja cek gambarnya nih:


Nih Penjlasannya gini;

Setiap resistor pasti ada garis- garis cincin warna warni, kodenya kaya gambar diatas tuh.. Biar gampang ngapalnya kaya gini nih HI CO ME ORA KU HI BI UNG AB PU (coba ulangi kata2 ini 10 X, dengan ijin Allah temen2 pasti langsung hafal)

Lanjut.
- garis pertama sampe ketiga adalah angka yang dideretkan seberti biasa
- garis keempat itu adalah tanda untuk mengalikan 3 angka pertama.
- garis kelima biasanya terpisah dari garis2 sebelumnya, ini menyatakan nilai toleransi.

O ya, ada 3 code warna lagi yang menyatakan perkalian dan toleransi, yaitu
gold, x 0.1, untuk toleransinya -/+ 5%  
silver, x 0.01, untuk toleransinya -/+ 10%
no colour, nothing, untuk toleransinya -/+ 20%

Gimana?? pada ngerti ga sampe sini?? aga bingung ya? gw kasih contoh deh... (lupa-lupa inget juga gw, hehehe)

contoh.

Kita jawab bareng2 ya!!
garis 1 = orange berarti 3
garis 2 = orange berarti 3
garis 3 = putih berarti 9
garis 4 = hitam berarti x 1
garis 5 = coklat menyatakan nilai toleransi -/+1%

jadi   339 x 1 -/+ 1%
       339 -/+ 339/100
       339 -/+ 3,39
       335,61 sampai 342,39 < ini nilai si resistor itu. Kalo kita hitung pakai AVO meter nilai yang muncul di display berada pada rentang tersebut!

Coba temen- temen hitung nilai resistor ini. ya?? ^^ yang masih bingung bisa tanya langsung, soalnya ni resistor agak beda dari yang diatas. selamat mencoba

Reade more >>

Tuesday, 23 August 2011

Seri komponen dasar elektro (Resistor)

Ayyooo kita belajar elektro lagi, dibawah sini akan dijelakan tentang komponen- komponen dasar Elektro yang sering dipakai di praktikum2 anak sekolah baik SMA, STM, atau anak KULIAHAN sekalipun.

Langsung aja jangan banyak cingcong:

PERTAMA: Resistor


Tuh gambarnya kaya diatas, ukurannya kecil2, dipasaran biasanya hanya sebesar 5mm.
untuk apa sih resistor itu??

Nih definisinya, secara bahasa resistor berarti penghambat (yang jago bahasa inggris, ga salah kan artinya?? ^^) fungsi resistor ini untuk menghambat aliran elektron lambangnya mirip omega Ω.

Pada tau rumus ini kan??? 
V=IR (yang pernah belajar fisika listrik wajib tau?? ialah wong ini dasarnya)
v = voltase/beda potensial/ tegangan, satuannya VOLT
i = Current/arus/aliran listrik, satuannya AMPERE
r = Resistant/hambatan satuannya ohm (Ω)

Pada dasarnya setiap benda dimuka bumi ini punya nilai resistansi/ nilai hambat dan konduktivi/ nilai hantaran yang besar keduanya saling terbalik, mulai dari air sampe batu punya hambatan dan nilai hantaran masing2. karena di elektro yang dipakai adalah bahan yang bisa menghantarkan listrik (induktor) maka bahan2 isolator tidak dibahas.
Untuk menghitung resistansi setiap komponent diperlukan alat yang namanya OHMmeter. dipasaran biasa disebut AVOmeter (alat ini bisa menghitung/mengukur ampere, voltase, dan ohm)

Ada yang kelewat nih, di dalam diagram rangkaian lambanya bergerigi:


gerigi itu maksudnya ialah jalur elektron yg diperpanjang, makin panjang jalurnya sama dengan makin besar hambatannya.

Kalau lihat gambar pertama dari artikel ini, setiap resistor memiliki garis-garis dengan warna yg berbeda, itu menunjukan nilai resistansi. setiap warna memiliki maksud yang berbeda. akan dijelaskan di artikel selanjutnya.
Sabar ya...

Trus fungsinya apa sih??
- menghambat arus listrik ya iyalah jelas
- membagi tegangan/voltase dengan membandingkan besar resistansi
- dll. googling aja kali ya. hehehe

sekian dari gw. Nantikan artikel selanjutnya.
Reade more >>

Sunday, 21 August 2011

kenalan sama ELEKTRO yuk!!!


Nah lho, gambar apaan tuh?? kecil- kecil kaya kutu. pasti pada tau kali ya, orang dari judulnya aja udah keliatan.
itu komponen- komponen dasar elektronika, apaan aja sih?
  • kabel, yaiyalah
  • PCB
  • resistor
  • kapasitor
  • transistor
  • dioda
  • batre
  • kipas
  • relay
  • potensiometer
  • IC
  • dll
nah tu dia dasar2 elektronika.

tar dulu, sebenernya apa sih ELEKTRONIKA itu???
elektronika adalah ilmu yang mempelajari tentang elektron. tw ga elektron kaya apa??? sumpah gw gatau, yg gw tau tu elektron bisa bikin gw kesetrum. hhehe

trus trus, ngapain kita musti belajar elektro?? ini nih, kalo gatau tujuan kita biasanya kita males. suka keluar kata "ngapain sih belajar ini, ga nghasilin duit" ia kan??
jadi klo kita belajar ELEKTRONIKA, kita bisa bikin yang kaya gini:



nah, K E R E N kan kalo kita bisa bikin yang kaya gini???

ato minimal kita bisa benerin/bikin yang kaya gini:


hehe... so mari kita belajar elektro leih lanjut.
TUNGGU ARTIKEL2 SELANJUTNYA
Reade more >>

Friday, 19 August 2011

R O B O T


hayyoo
siapa yg tertarik bikin yg kaya gini??
G W, G W, G W
hehehe.. kesan pertama, klo lihat orang bisa bikin robot. COOL, SMART, hehe.

tentunya untuk membuat robot tak semudah membalikan sebuah telapak tangan, butuh proses, butuh pusing2, butuh dana, butuh kreatifitas, butuh ILMU.

penulis aja belum bisa, dlu sempat belajar dan berencana bikin robot, tapi ternyata tidak terealisasikan tersangkut hal dana dan komponen2 mekanik yg sangat jarang di indonesia. mencoba bikin komponen sendiri dari kayu atau akrilik, hasilnya sangat tidak memuaskan. intinya MASIH BUTUH BANYAK BELAJAR.

lalu apa yang harus dilakukan??
yang pasti mulai dari sekarang, ngapain? ya BELAJAR. belajar apa? apa- apa yg menjurus ke ROBOT. nah apaan tuh?

  • elektro, (setidaknya lw ga takut kesetrum, tw komponen2 dasarnya, bisa NYOLDER, hehe)
  • logika, ini penting PROGRAM yg lw masukin ke otaknya robot itu sarat akan hal2 yg berbau logic/data.
  • mechanic, minimal bisa bongkar pasang skrup, bisa pegang obeng dll.
  • IMAJINASI, ini penting untuk menentukan robot seperti apa yg qta bikin.
hehe, walaupun aga geje. tp semoga bermanfaat dan bisa memicu temen2 sekalian buat berprestasi.
Reade more >>